Design a site like this with WordPress.com
Get started

Masyarakat Antusias Menyambut KedatanganBurung Migran di Kabupaten Batu Bara


Sedikitnya 500-an pengunjung sangat tertarik mengamati kedatangan burung air bermigrasi di Pantai Sejarah, Kabupaten Batu Bara. Burung-burung ini berasal dari Rusia, China, Siberia dan Alaska. Mereka datang dengan jumlah ribuan untuk singgah beberapa waktu, sebelum melanjutkan terbang menuju Australia dan Selandia Baru.

Menggunakan teropong, masyarakat dapat melihat bentuk dan detail jenis-jenis burung yang selama ini rutin mengunjungi pantai ini. Burung-burung ini datang 2 kali dalam setahun. Terbang ke wilayah tropis untuk menghindari musim dingin di tempat asalnya.

Edukasi dan Sosialisasi

Momen ini bertepatan dengan Perayaan Hari Burung Bermigrasi Dunia yang diadakan di Pantai Sejarah pada 28 hingga 30 Oktober 2022. Kegiatan ini digagasi oleh kelompok pengamat burung Warisan Hidup Sumatera (WHIS) dan didukung penuh oleh PT INALUM Persero dan Kelompok Tani Cinta Mangrove (KTCM).

Kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi dan edukasi untuk masyarakat akan pentingnya keberadan burung-burung ini di wilayah pesisir. Salah satu bentuk sosialisasi, WHIS memasang papan informasi seputar burung di Pantai Sejarah dan Pantai Jono, Batu Bara.

Selain itu, WHIS dan PT INALUM Persero menyebarkan banyak media informasi ke masyarakat tentang upaya-upaya perlindungan terhadap kelompok burung ini.”Kedatangan burung-burung ini sangat penting sebagai pertanda bahwa ekosistem pantai di Batu Bara ini sangat baik ,” kata Koordinator WHIS Chairunas Adha Putra.

Kabupaten Batu Bara, sambung Chairunas, menjadi spot yang sangat penting untuk persinggahan. Selain penting untuk aspek ekosistem, kedatangan burung-burung ini dapat menjadi atraksi menarik sebagai wisata minat khusus. “Di beberapa negara, momen seperti ini sudah dikemas baik sebagai even pariwisata dan mendatangkan benefit yang bagus”, kata Chairunas.

Konservasi

Mengingat tingginya ancaman terhadap eksistensi burung ini, WHIS mengajak semua pihak untuk terlibat dalam langkah perlindungannya. Maka itu PT INALUM Persero merasa perlu ambil bagian dari langkah konservasi. “Konservasi lahan untuk habitat burung-burung ini sangat penting untuk mempertahankan keberadaan mereka dan itu komitmen kami”, ujar Manager Pemberdayaan Masyarakat INALUM, Ali Hasian. Oleh karena itu, sambung Ali, langkah-langkah ini memang harus kita lakukan bersama secara simultan dan berkelanjutan.



Published by whisindonesia

WHIS Indonesia is a non-profit-registered NGO based in Medan, North Sumatra, Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s